Balispirit Festival hadir untuk selamatkan pasokan air di Bali

Lintas Dewata

Gianyar – BaliSpirit Festival yang selalu dibanjiri oleh ribuan peyoga dari mancaranegara dan domestik hadir tiap tahun di Ubud, kabupaten Gianyar ternyata memiliki manfaat  menyelamatkan pasokan air di pulau dewata ini dengan menanam sekitar 11.750 pohon bambu di kabupaten Bangli yang menjadi sumber atau hulu pasokan air untuk daerah Bali Selatan.”Jadi tiap tahun, keuntungan dari kegiatan BaliSpirit Festival, salah satunya disalurkan untuk menyelamatkan pasokan air di Bali. Pasokan air di Bali dari tahun ke tahun cenderung berkurang. Oleh karena itu, perlu upaya penyelamatan di sumber atau hulu pasokan air di Bali yakni di Danau Batur, kabupaten Bangli,” kata I Nyoman Arjana, Direktur Bali ReGreen, di Gianyar Bali, Rabu.

Bali Regreen di bawah  Yayasan Kryasta Guna yang melakukan aksi peduli lingkungan atau semacam CRS dari BaliSpiritFestival. BaliSpirit Festival yang dirintis sejak tahun 2007 adalah pertemuan para peyoga dunia dan domestik terus berkembang dari tahun ke tahun. Pesertanya mencapai ribuan dari sedikitnya 40 negara.

Bali Spirit Festival adalah event besar. Event yang tidak hanya milik masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat internasional sangat menunggu event ini. Mengapa ? Karena kelas Bali Spirit memang sudah mendunia. Masuk dalam 5 Besar dunia,” ujar Esthy Reko Astuty, Ketua Tim Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata, saat pembukaan acara ini, Minggu (24/3).

Karena BaliSpirit Festival makin maju dan berkembang, mulai tahun 2011, mulai melakukan tanggungjawab sosialnya dengan memperbaiki sumber air masyarakat Bali di Danau Batur, Kabupaten Bangli yang terus mengalami degradasi.

“Kami berdiskusi cara apa yang tepat untuk menyelamatkan sumber mata air di Bali, ternyata yang tepat adalah menanam pohon bambu. Pohon bambu banyak manfaatnya bagi kehidupan sosial ekonomi setiap hari. Mulai dari akar bambu, batang hingga daunnya banyak manfaat atau digunakan masyarakat,” tambah Nyoman Arcana.

Pohon bambu paling efektif menahan erosi, tumbuh dan menyebar dengan cepat karena termasuk tanaman rumput. Sementara bambu dapat digunakan untuk bangun rumah, anyaman, kandang ayam, kapal dan kerajinan tangan lainnya.

Dimulai tahun 2011, Bali Regreen menanam 500 bibit bambu di Seban, desa Songan, kemudian pindah ke Alengkong menanam sebanyak 5.500 bambu dan Bukit Sari sebanyak 4.000 bibit pada tahun 2014. Lanjut ke Songan bei di Batu Bieng menanam sebanyak 5.500 dan 1.500 bibit bambu tahun 2016. Pindah lagi ke Gerogak sebanyak 3.300 bibit kemudian pindah Trunyan.

“Tahun 2019 ini pada awal Desember akan kami tanam sebanyak 5.500 bibit bambu di desa Blanga, kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jadi totalnya, BaliSpirit Festival melalui Bali Regreen akan menanam 11.750 bibit bambu mulai tahun 2011 hingga Desember 2019.  Jika dinilai satu bibit bambu Rp11.000 belum termasuk biaya perawatan tiap bulan,” tambah Nyoman Arcana.

Pohon bambu ini sudah bisa dimanfaatkan setelah berusia 3,5 tahun hingga 5 tahun. Idealnya bisa dipanen setelah ditanam lima tahun. Pohon bambu dapat terus tumbuh hingga 25 tahun, namun jika perawatannya bagus bisa produksi hingga 105 tahun.

Pewarta : Antara
Editor : Hadi Mahmud

Lintas Dewata

Tinggalkan Balasan